(masih) di Persimpangan


(masih) di Persimpangan

Aku benar-benar tengah berdiri di antara persimpangan.
Bimbang menentukan arah juga tujuan, satu rasa yang kutahu yakni ragu-ragu.
Aku ingin bertanya, tapi pada siapa?
Segera kuingin melangkahkan kaki menuju salah satu jalan, namun aku takut.
Sangat takut jika persimpangan yang ku tuju keliru, hingga membuatku terhempas pada salah satu jurang di sisi-sisinya.
Aku kembali terdiam, tertunduk amat lama.
Nadiku berdenyut makin cepat, jantungku berdebar hebat.
Tuhan. . .
Tolong. . . Tolong daku, tolong hamba-Mu?
Aku benar-benar takut, aku tak ingin tersesat.
Kirimkanlah apapun, apapun Tuhan yang sekiranya mampu menunjukkan arah untukku.
Lama. . . Lama. . . dan semakin lama. . .
Aku masih tetap tertunduk diam, tertegun di antara persimpangan yang kian menggelap tertutup oleh kabut hitam. . .

10/02/2013

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "(masih) di Persimpangan "

Posting Komentar