Sudahkah Aku, Sadar?
Sudahkah Aku, Sadar?
Rasa
tanggung jawab dan kepedulianmu akan kesulitan orang di sekitarmu juga
membuatmu terlihat berbeda di mataku.
Kamu terlihat
lebih istimewa dalam pandanganku, dan sepertinya semua perasaan itu hanya kagum
dan tak pernah menjadi lebih.
Tapi,
rasa kagum itu sepertinya sempat aku artikan lebih.
Betapa
tidak, aku pernah mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku menyukaimu.
Aku
memaksa hatiku itu menyukaimu, dan menganggap semua perlakuanmu terhadapku
adalah hal yang istimewa dan lebih dari kata biasa.
Dulu
saat rasa itu masih aku percaya,...
Ketika
kamu mulai mendekat, aku merasa bahagia dan tak mencoba menjauh seperti hal
yang selalu aku lakukan.
Ketika
kamu menghilang dari pandangan mataku, aku berusaha mencari-cari sosokmu di
antara kerumunan manusia.
Aku
merasa kamu orang yang memiliki tempat khusus di hatiku,
aku suka memandang senyum kaku itu tergambar di wajah dinginmu, bagiku senyum
itu terasa sangat manis dan hangat
aku antusias menyadari kamu mau melihat kearahku, walau itu hanya untuk sekedar
berkata “Hai...”
aku senang mendengar lelucon garing itu terlontar dari mulutmu, meski terasa
aneh entah mengapa cukup mampu membuatku tertawa sangat bahagia
aku merasa dibutuhkan ketika kamu mau bertanya sesuatu kepadaku, dan aku akan
sangat bangga bila aku mampu menjawabnya
dan aku akan merasa sangat bahagia ketika kamu mau melihatku ketika aku berada
di sekitarmu.
Namun
seiring bergulirnya waktu aku menyadari beberapa hal,...
Kamu tak
pernah benar-benar melihatku ketika aku ada di depanmu, dan aku hanyalah
seseorang yang biasa untukmu
Aku tak
memiliki sesuatu yang mampu aku banggakan di depanmu, yang membuatku pantas
berjalan di sampingmu
Dan
semua perlakuanmu selama ini padaku hanyalah hal biasa yang selalu kamu lakukan
pada banyak orang selain aku.
Kini,...
Seiring
bergulirnya waktu aku mulai mampu menilai hatiku dan setelah beberapa hal mulai
aku pahami, sepertinya aku tahu apa jawabnya.
Jika
sebelumnya aku mengira rasa yang dulu itu adalah suka, sepertinya itu adalah
salah.
Ya, rasa
itu salah!!!
Kamu
bukannlah seseorang yang benar-benar istimewa dalam hatiku, kamu hanya berbeda.
Iya, aku
melihatmu karena kamu sedikit berbeda dibanding yang lain.
Sikapmu,
pembawaanmu, dan caramu memperlakukan orang lain terkadang membuatku terkesan.
Rasa
tanggung jawab dan kepedilianmu akan kesulitan orang di sekitarmu juga
membuatmu terlihat berbeda di mataku.
Kamu terlihat
lebih istimewa dalam pandanganku, dan sepertinya semua perasaan itu hanya kagum
dan tak pernah menjadi lebih.
16/11/2014
Read Users' Comments (0)








