Setelah 20 Tahun

 
Rabu ke-51 di tahun 2014... 


Hari ke tujuh belas di bulan Desember tak lama lagi akan pergi dan berganti membuat tanggal ini menjadi masa lalu yang tiada arti, tapi aku dan kisahku tetap saja “masih sama” walaupun telah 20 tahun kulewati.
Seteliti apapun aku menghitung putaran waktu yang kumiliki hari ini hingga satuan detik, aku belum juga menemukan sesuatu yang istimewa seperti apa yang ada dalam skenario mimpi yang tanpa sengaja diciptakan alam bawah sadarku semalam.
Jika boleh jujur...
Aku memang sempat berharap, setidaknya satu orang saja sadar akan pentingnya masa ini, tapi...
seharusnya aku juga sudah tahu dan telah belajar banyak dari “pengalaman” bahwa waktu ini menjadi penting hanya bila itu aku yang rasakan dan hari ini menjadi istimewa jika aku yang melewatinya.
Gak sengaja orang sebelah iseng-iseng komen yang bikin tambah nyeseknya tuh di sono: ‘Sudah biasa sendiri, hahaha :v. Udah tahu kok masih ngarep,loh ya...’ –o- (Lupakan, kata hati GAK PENTING!!!)  
Terkadang... ketika aku menjadi seseorang yang egois dan sangat cengeng, aku adalah orang yang buta pada sekitarku dan hari inilah aku yang seperti itu muncul kembali kepermukaan (meski tetap terlihat strong, katanya anak-anak kamar sebelah). 
Entah itu sahabat, teman, ataupun lingkungan, dimataku tak ada satupun di antara mereka yang menganggapku kecuali keluarga mereka adalah tempat yang paling kuharapkan untuk kembali (menurutku dan pandangan satu arahku). 
Aku selalu merasa kecil ketika sesuatu yang aku banyangkan tak sejalan dengan kenyataan, dan sejauh ini semua memang tak pernah sama dengan apa yang aku harapkan (bodoh, memang kamu Tuhan yang bisa menentukan jalan cerita seorang manusia? Kamu sendiri tahu manusia hanya mampu berencana, tapi ingat semua tetap bergantung pada yang Kuasa! Ingat? Yes, sir!!). 
"Bahkan sore ini... ketika aku memandang langit yang sama itu untuk kesekian kalinya, tanpa aku sadari beberapa butiran bening terjun bebas dari bawah kelopakku (katanya Strong? Ngapusi)
Aku tak mengerti mengapa aku secengeng ini, pada ini hal sesepele tapi aku meratapinya?. 
Lalu kemanakah aku yang biasanya? (hilang sementara, karena usia yang kian menua. Aturannya tambah dewasa, tapi kok melempem? Tanya selimut tetangga -,-). 
Sudah-sudah saatnya berhenti sesi drama queenya ya mbak Desi, waktu sudah menunjukkan pukul 23.55 wib. 
Yang artinya apa? 
Yups, 5 menit terakhir sebelum hari berganti. Marilah kita kita tutup curcol ini dengan Do’a demi kebaikan bersama. Berdo’a dimulai. ...KHUSYUK... 
Di penghujung hari ini, aku berdo’a pada Allah:
 “YA ALLAH, titip salam ya buat Bapak, Ibu, Adik, semua keluarga, teman-teman, rekan-rekan, dan semua orang yang pernah aku temui... maafkan aku jika membuat kalian repot ketika aku berada di sekitar kalian. Semoga hadirku selama dua dasawarsa ini mampu memberi arti bagi kalian yang pernah bertemu dan mengenalku. Dan untuk kedepannya do’akan aku menjadi manusia yang bermanfaat untuk nusa, bangsa, dan agama. Amin.”  
*** 


 Minggu ke-51 ditahun 2014... 


Aku tak tahu apa yang akan aku temui atau bahkan dapatkan hari ini, yang aku tahu ini adalah minggu pagi yang indah. 
Langitpun terbentang begitu cerah seolah tertawa bersama mentari yang tampak sangat ceria menampakkan senyumnya yang merekah. :D seperti aku, :p. 
Semua masih berjalan biasa, di mulai pada pagi yang sangat pagi aku mencuci beberapa helai pakaian lalu berlanjut ke acara joging. 
Dan semua mulai terasa aneh ketika matahari mulai sampai di perempatan jalan, dan semua kisruh itu berawal dari sini!!! 
Gini nih ceritanya...  
Aku mau mandi nih, eh si Prad Pred Prod menghalang-halangi katanya mau mandi duluan lah, pas dipersilahkan mandi duluan malah nyuruh aku duluan ya udah aku masuk ke kamar mandi. 
Eh... baru aja masuk si Prad udah gedor-gedor pintu layaknya orang kesurupan atau enggak orang kebelet. :P. 
Sebel benget awalnya, gimana enggak tadi disuruh duluan aja ga mau, eh gilirannya aku mau masuk dianya malah nyrobot. 
Duh kah, anak-anak ini. -_- Pas buka pintu kamar mandi sih gak kepikiran sama sekali kalau bakal dapat kejutan yang cukup membuat terkaget-kaget. :o 
0,000000000000000001 detik setelah buka pintu sebuah benda melayang tepat di atas wajahku yang imut ini :P, dan tersangka utama tetap saja Prad Pred Prod!!! bukannya minta maaf malah benda itu diratakan menjadi masker wajah. 
Setelah merasa penganiayaan itu berhenti, aku membuka mataku perlahan. 
Aku mendapati krim kue meluluh-lantakkan mukaku dan krim itu mengotori seisi kamar mandi. 
Aku tak mampu membayangkan apa jadinya jika Tante tahu ini, pasti sesuatu banget... -_- Dalam kondisi yang masih lumayan manyun anak-anak mengajakku naik ke lantai dua untuk merayakan semuanya, kan gak lucu merayakan sesuatu di kamar mandi
Emang penunggu kamar mandi? 
Acara dilanjutkan ke sesi do’a terus tiup lilin, baru deh foto-foto narsis... 
Lalu semuanya belum berakhir sampai di situ, aku harus mempertanggung jawabkan semua kesalahan yang sebenarnya tak aku perbuat. 
Aku harus mengepel lantai yang lengket dan kamar mandi yang kotor akibat krim kue yang berceceran. 
 Makasih ya, lumayan rek buat olah raga. -_- 
Rasanya kesel tapi seneng juga sih, masih ada kalian yang ingat momen penting ini. 
Makasih ya temen-temen, muachhhh :* 
Padahal awalnya aku ngira gak ada yang inget, ternyata aku yg kurang peka. :* 
Teruntukmu Prad Pred Prod sang ketua geng, Mancung yang tak terduga, BTL, Paijo, dan Eneng yang ikut mensukseskan rencana jahat itu.

Terima kasih binggo. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS