It’s My Family :)
It’s
My Family :)
Aku ingin melukis
senyuman di wajah ayah, ibu, adik, dan keluargaku.
Senyuman mereka
adalah kekuatanku.
Melihat ayah dan
ibu bahagia karena diriku, adalah kebanggaan.
Bahagia itu tidak
dapat dinilai, karena kebahagiaan hanya dapat
dirasakan.
Bagiku KELUARGA
ADALAH SEGALANYA.
Ayah dan Ibu, mereka adalah orang tua
terbaik yang pernah aku miliki.
Impian terbesar dalam hidupku adalah
membuat mereka bahagia kini, nanti, dan selamanya. Kasih sayang mereka tak
pernah mampu kubalas sepenuhnya, aku tak pernahmmampu merengkuh mereka yang
terlalu mengasihiku. Cinta mereka terlalu sulit untuk kuartikan, cinta yang
begitu indah, tanpa pamrih, tanpa meminta suatu balas jasa. Ketulusan mereka
begitu dalam, hingga aku terkadang tak menyadarinya. Apapun yang mereka lakukan
semuanya adalah demi keluarga, yang ada dalam hati, pikiran, dan setiap derap
langkah mereka adalah untuk memperjuangku dan saudara laki-lakiku satu-satunya.
(Thank’s My dad and My Mom, Love You
Forever)
Tak pernah ada kata lelah dan menyerah
terlepas dari kata mereka, yang ada hanya gurutan lelah dari wajah mereka yang
kian menua. Perjuangan mereka tergambar dari setiap peluh yang tanpa mereka
sadari telah menetes diantara tawa mereka. Satu hal yang mereka yakini, “Biarlah
kami yang seperti ini, asalkan anak-anakku kelak memperoleh kehidupan yang jauh
lebih baik dari pada kami. Tetaplah berjuang untuk hidup lebih baik atau
setidaknya cobalah hidup selangkah lebih maju dari pada orang tuamu saat ini”.
Kata-kata itu selalu menjadi cambuk untukku, aku berjanji akan terus berjuang
bukan hanya untuk memperjuangkan mimpiku tapi juga untuk memperjuangkan harapan
kalian Ayah dan Ibuku. (Help me God, to
realize my parents and my Hope, Please)
Saudara laki-lakiku satu-satunya, yang
terkadang sok acuh kepadaku.
Hai dik, kamu tahu jika terkadang
kamu bisa sangat menyebalkan di mataku?
Ketika
berada di dekatku kamu selalu bersikap dingin dan sangat egois, dan itu
membuatku sangat jengkel terhdapmu. Saat aku berkata A, kamu selalu berkata B.
Kamu selalu menyangkal setiap perkataanku, dan tak pernah sejalan dengan
pemikiranku. Dan semua pengelakanmu itu membuatku benar-benar geram padamu.
Tapi, di samping semua itu aku tahu, kamu
adalah sosok seorang adik yang sangat baik. Hanya saja kamu tak mampu
menyampaikan itu dengan benar, mungkin karena kamu terlalu gengsi untuk
mengakui bahwa sejujurnya dalam lubuk hatimu, kamu menyayangi aku sebagai
kakakmu (GR :p ). Dalam beberapa hal
kamu mungkin acuh, tapi dalam banyak hal pula kamu sangat peduli. Namun tetap
saja kamu masih tak mau mengakui itu.
Sejujurnya aku bangga memiliki saudara
seperti kamu, dalam diammu kamu sangat menyayangi ayah dan ibu. Dan hal yang
paling membuatku terharu adalah ketika kamu berkata,”Setelah lulus SMK aku akan
langsung bekerja agar bisa mendapat uang sendiri dan segera membahagiakan ayah
dan ibu. Aku tak perlu kuliah, karena itu akan menjadikan aku beban untuk ayah
dan ibu sedikit lebih lama”. Kata-katamu itu terkadang membuatku berfikir,
Egoiskah aku yang sampai saat ini masih belum bisa meringankan beban orang tua
kita? Entahlah dik, yang penting sekarang kita sama-sama berjuang agar bisa
membahagiakan kedua orang tua kita. (AMIN)
Keluarga ini, adalah tempat bernaung yang
membuatku sangat nyaman ketika berada di dalamnya.
Meski terkadang kita tak sepenuhnya
sejalan, tapi kita tetap dalam detak yang sama yaitu keluarga. Dan aku
sangat-sangat bahagia memiliki kalian. Kita saling melengkapi satu sama lain.
Ayah yang terkadang pemarah, ibu yang sering cerewet, aku yang suka
sembarangan, dan adik yang menjengkelkan adalah pemandangan yang sangat hangat
dan terasa amat manis. Tak pernah ada yang namanya pengekangan, aku dan adikku
bebas melakukan apapun yang kami mau selama masih dalam koridor yang wajar.
Ayah dan ibu mempercayakan sepenuhnya hidup kami pada keputusan kami sendiri,
karena mereka sadar bahwa kami telah dewasa dan mampu bertanggung jawab pada kehidupan
kami sendiri.
Dan yang paling aku sukai dari keluarga
kecil ini adalah, kami berhubungan satu sama lain layaknya teman. Ayah dan ibu
mampu memposisikan diri mereka sebagai teman sekaligus pendengar yang baik, sehingga
tak ada yang namanya rasa canggung. Kami bisa bercerita apapun tanpa merasa
malu, tak ada rahasia, semuanya terbuka dan aku suka itu.
Terima kasih telah menjadi orang tua yang
sempurna dalam hidupku.
Terima kasih telah menjadi saudara yang
membuatku tertawa.
dan
Terima kasih telah membangun sebuah
keluarga yang nyaman untuk kami, anak-anakmu bernaung. J
Ini Ceritaku, Mana Ceritamu???
Read Users' Comments (0)








