Gejolak Asa
Gejolak Asa
Telah kuhanyutkan luka pada sungai kecil yang mengalir
di sudut mataku,
telah ku kabarkan lewat angin gerimis tentang segala
catatan hati,
telah kulemparkan pedih di setiap jengkal sajadah
dalam tahajud dan sujud panjangku.
Semua kegelapan yang ada di
sepanjang jalanku kini tak lagi penting, karena ada yang lebih penting dari
semua itu.
Yaitu bagaimana aku harus mencoba kembali untuk:
Yaitu bagaimana aku harus mencoba kembali untuk:
merangkak. . .
berdiri. . .
dan berlari mengejar mimpiku
lagi.
Berlari ketika jalan hidupku
menurun,
berjalan tatkala jalan hidupku
mulai bergoyang,
dan merangkak saat jalan
hidupku telah menanjak.
Semua hanya untuk meraih satu
rasa yang ku cari yakni bahagia. . . .
18/02/12








0 Response to "Gejolak Asa"
Posting Komentar